3.6.07

Lakon "Menunggu" Dipentaskan

Sebelum tampil di Teater Utan Kayu Jakarta, Komunitas Seni Hitam Putih dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padangpanjang, Sumbar, akan mementaskan lakon Menunggu karya/sutradara Yusril, Sabtu (15/1), di Gedung Teater Utama Taman Budaya Propinsi Sumbar.

Sutradara Yusril mengatakan, didukung 12 pemain dan penata musik Darminta dan Asranul Fitri, Komunitas Seni Hitam Putih mencoba menawarkan konsep teater semiotik, bergerak di sudut-sudut pencarian yang orijinal. "Labirin teater yang selama ini menutup pluralisme, hadir dalam getar-getar seni pertunjukan," katanya, Senin di Padang.

Sejak berdiri empat tahun lalu, Komunitas Seni Teater Hitam Putih-sebelumnya bernama Teater Plus-telah mementaskan Hamba-Hamba, Rumah Berpintu Lima, Interne, Pledoi, Raker (Ranting-ranting Kering), Plasenta, Kronis, Menunggu, dan Kolaborasi Cindua Mato. Semuanya karya/Sutradara Yusril. Lakon-lakon tersebut dipentaskan di Balai Dang Merdu Pekanbaru, Taman Budaya Sumbar, INS Kayutanam, STSI Padangpanjang, Taman Budaya Jambi, Taman Budaya Bengkulu, dan dalam acara BKS PTN Seni di Yogyakarta. Selain itu mereka juga mementaskan Perguruan karya Wisran Hadi di Taman Ismail Marzuki Jakarta dan Ring karya Wisran Hadi di Taman Budaya Sumbar di Padang.***

Yurnaldi, Kompas, Rabu, 12 Januari 2000

No comments: